Wednesday, January 25, 2012

Penyebab ibu ngidam

Sebagian besar ibu hamil merasakan masa-masa ngidam. Mereka jadi tiba-tiba menginginkan sesuatu dan terkadang di waktu yang tak terduga. Apa sebenarnya yang membuat mereka merasakan ngidam?

Janet Pope, PhD, asisten profesor nutrisi dan diet dari Lousiana Tech University, Ruston, Amerika Serikat, menjelaskan ngidam sebenarnya terjadi karena adanya pengaruh hormon. Saat hamil, wanita merasakan hal serupa ketika mereka tengah haid, menginginkan sesuatu yang disebabkan pengaruh hormon.

Seperti dikutip dari Parents, selain hormon, ngidam sebenarnya juga sebagai tanda tubuh ibu hamil memerlukan nutrisi tertentu. Beberapa hal yang diidamkan memang apa yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menambahkan kalori selama kehamilan. Misalnya saja kalau ingin buah, berarti tubuh butuh vitamin C.

Masa ngidam juga bisa berarti sinyal dari kekurangan suatu nutrisi. Beberapa perempuan yang menjalani program vegetarian mungkin akan mengidamkan untuk makan steak dan daging merah lainnya selama hamil. Ini berarti tubuh memerlukan zat besi lebih untuk membantu pertumbuhan bayi.

Ibu hamil biasanya merasa ngidam di trimester pertama kehamilannya. Namun sebenarnya perasaan ngidam itu bisa terus terjadi sampai menjelang melahirkan.

Penelitian menunjukkan, keinginan makan makanan rasa tertentu pada ibu hamil berubah seiring usia kehamilannya. Misalnya saja, ibu yang baru hamil seringkali sangat ingin makan makanan manis. Menurut ilmuwan, hal itu karena tubuh ibu hamil butuh kalori lebih.

Berikut ini rasa makanan atau minuman yang umumnya didambakan ibu hamil, menurut riset dari Valerie Duffy, PhD, asisten profesor di School of Allied Health, University of Connecticut Storrss:

* Ketimbang di trimester pertama, wanita di trimester kedua dan ketiga kehamilan suka makanan atau minuman dengan rasa asam. “Rasa asam membuat wanita hamil jadi menjalani pola makan yang lebih bervariasi sehingga mereka bisa mendapatkan kalori yang cukup,” ujar Dr. Duffy.
* Wanita akan semakin menyukai makanan asin seiring usia kehamilannya bertambah. Hal itu karena, saat hamil, volume darah wanita meningkat sehingga mereka membutuhkan lebih banyak sodium.
* Wanita hamil, khususnya di trimester pertama jadi lebih sensitif pada rasa pahit. Para peneliti menduga hal itu terjadi sebagai bagian dari insting melindungi wanita hamil karena cukup banyak tumbuhan dan buah beracun yang rasanya pahit atau getir.

“Perasaan sensitif pada rasa pahit ini juga bisa jadi peringatan untuk ibu hamil stop mengonsumsi racun, seperti minuman beralkohol,” jelas Dr. Duffy.

Mentimun untuk kesehatan Istri Nabi Muhammad

Selama ini, mungkin, kita hanya tahu mentimun sebagai sayuran dan pelengkap makanan. Padahal, banyak manfaat yang dikandung oleh sayuran ini, baik untuk kecantikan maupun kesehatan. Berikut ini pemaparannya sebagaimana pernah dimuat dalam Majalah Hidayatullah.

Di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sayuran ini sudah dipakai sebagai salah satu bahan untuk kesehatan. Biasanya, mentimun dikombinasi dengan kurma segar untuk menjaga kesehatan. Dalam sebuah Hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sering melakukannya.

Dari Aisyah bahwasanya, “Rasulullah sering makan mentimun dicampur dengan kurma basah.” (Riwayat Tirmidzi)

Selain untuk menjaga kesehatan, kombinasi keduanya juga untuk meningkatkan berat badan dan mengubah bentuk tubuh yang semula kurus ceking menjadi lebih berisi. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Aisyah Radhiyallahu ‘anha (RA) ketika hendak dipertemukan dengan Rasulullah SAW, rutin mengonsumsi mentimun dan kurma basah untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Maklum, ketika itu tubuhnya kecil dan kurus.

Aisyah berkata, “Ibuku mengobatiku agar aku kelihatan gemuk, saat dia hendak mempertemukan aku dengan Rasulullah, dan usaha itu tidak membuahkan hasil sehingga aku memakan mentimun dengan kurma basah. Kemudian aku menjadi gemuk dengan bentuk yang ideal.” (Riwayat Ibnu Majah)

Selain itu, mengonsumsi kurma dan mentimun bisa memperbesar ukuran payudara bagi kaum wanita.

Dalam ilmu pengobatan Islam, sayur yang memiliki nama ilmiah cucumis sativus ini dikenal dengan nama qitsa’ atau khiyar. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut sayuran ini dalam surat Al Baqarah: 61.

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”.

Hasil penelitian modern menyebutkan bahwa mentimun mengandung 0,65% protein, 0,1% lemak, dan 2,2% karbohidrat. Selain itu, juga mengandung zat bermanfaat lain, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C.

Karena banyak mengandung bahan penting itu, mentimun sangat baik digunakan sebagai tonik (menjaga kesehatan). Selain itu, ia juga bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Jus mentimun bersifat mendinginkan badan dan menurunkan panas pada saat demam. Juga menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, serta menyehatkan saluran pencernaan.

Ia juga merupakan peluruh kencing yang baik, sementara irisan mentimun yang dikompreskan pada kelopak mata saat terpejam, dapat menghilangkan noda hitam pada kantung mata akibat kurang tidur.

Masker wajah dengan mentimun yang dihaluskan merupakan ramuan alami untuk meremajakan sel-sel kulit wajah agar tetap awet muda dan mencegah keriput. Sementara bila secara teratur dioleskan/dibalurkan pada pangkal paha atau bagian pantat, bisa berkhasiat menghilangkan selulit.

Beberapa khasiat lain dari mentimun juga dibahas dalam beberapa Hadist Nabi maupun dalam Al Qur`an yang pada dasarnya berkhasiat untuk kesehatan, kebugaran, dan kecantikan. (hidayatullah)